Welcome to Ma Blog !!

Seorang anak manusia yang bercita-cita menjadi seorang komposer dan penulis, punya banyak keinginan, punya dua adik yang menjadi inspirator setelah kedua orangtua, inginkan ibunda tercinta ke tanah suci dan semoga bertemu ayah disana, sering menulis lagu dari inspirator lainnya, mengkomposisi musik dan menulis cerita, suka sepak bola,kegagalan selalu jadi teman terbaiknya dan suatu waktu akan menjadi musuh dalam hidupnya :) Selamat datang kawan :D

Cerita Melon yang Malang , Penyapu Kereta , dan Kucing yang Berpacaran

Pada suatu sore dimana hujan turun sangat lebatnya. Aku berlari menuju kereta karena pada saat itu aku ingin pergi kekampus pada sore hari sekitar jam 17.00 WIB.
Hujannya memberikan rasa kantuk yang nikmat tetapi mau apa lagi kalau tidak ada yang nikmat maka kita tidak akan merasakan suatu perbedaan yang berkaitan.

Tidak berbeda dengan jaket hitam kebangsaanku yang basah kuyup ternyata lantai kereta dipenuhi koran yang terkena air dan permukaaan yang agak licin. Kereta itu terasa sangat kotor dan tergenang benda benda yang mencemarkan penyakit didalamnya. Kereta itu berhenti selama 15 menit. Aku merasakan bosan dan ingin sekali menjadi pengendara kereta sementara [bisa lebih menghemat waktu].

Hujan semakin lebat mengakibatkan suara gemericik air yang ada di atap kereta bergejolak dan hanya terdengar bunyi " seeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeegh ". Sunyi sekali rasanya , akupun ikut terbawa suasana. Mataku sejenak terpejam dan tanganku mulai di paha kanan. Tapi memang benar , Hidup ini Indah , pasti iya walaupun kadang berubah diatas maupun berubah ke arah yang bawah.

Saat memikirkan diatas dan kebawah, aku melihat kucing yang sedang bernostalgia bahkan berpacaran, walaupun bukan bioskop, posisi yang ditawarkannya bukan di pojok melainkan di tengah tepat dibawah tempat duduk manusia. Kedua kucing itu berpegangan tangan , mereka bertatap muka , dan yang terakhir kucing jantan berbicara tentang sesuatu kepada kucing betina [sepertinya mau di pinang].Delapan menit kemudian kedua kucing itu berpisah. Anehnya, kedua mata mereka berlinang air mata. Pemandangan yang jarang ditemui kaalau seperti itu tapi beruntunglah kalau menemukannya.

Disaat kucing sedang Nostalgia ternyata ada sosok yang kasihan ya. Berpakaian putih dan tersenyum tersipu terhadap apa yang mereka temui. Nostalgianya indah tapi seorang " penyapu Kereta " harus bersikeras dalam mengerjakan tugas menyapunya lebih teliti. Baju dan celana yang lebih jelek dan bajunya rombeng bolong bolong.Wajahnya cemas sekali seperti orang yang dihantui rasa ketakutan. Dia diam-diam menyelinap di kolong untuk mencari sampah kertas , bahkan air mineral.

Anak kecil menghampirinya , dia menggunakan kuncir merah jambu dan sedikit  gembul dan pipinya dipenuhi banyak panu. kukira dia baik kepada penyapu kereta tersebut, ternyata anak kecil itu membentak penyapu jalanan dengan suara yang lantang dan keras " heh, ngapain lo , dasar dekil gembel ". Penyapu jalanan itu hanya memandangnya penuh kesedihan, tiada kata yang diucapkan kecuali keringatnya terus mengucur deras seiring derasnya hujan yang turun pada sore itu. Ibu dari anak itu menarik telinga anaknya dan pergi meninggalkannya tanpa meminta maaf sedikitpun atas kelakuan anaknya.

Awalnya dia lelah mengerjakan tugas?
tugas melelahkan anda ?
lelahnya adalah awal
awal itu langkah untuk mencapai target
Targetkanlah dalam diri kita harus sukses dan kita tidak boleh lelah

1 comments:

  1. Vita Wu mengatakan...:

    sipp inspiratif...




Share