Welcome to Ma Blog !!

Seorang anak manusia yang bercita-cita menjadi seorang komposer dan penulis, punya banyak keinginan, punya dua adik yang menjadi inspirator setelah kedua orangtua, inginkan ibunda tercinta ke tanah suci dan semoga bertemu ayah disana, sering menulis lagu dari inspirator lainnya, mengkomposisi musik dan menulis cerita, suka sepak bola,kegagalan selalu jadi teman terbaiknya dan suatu waktu akan menjadi musuh dalam hidupnya :) Selamat datang kawan :D

Time Of Our Live part II

Aku tidak tahu harus bagaimana mengucapkan terima kasih kepadanya . Mungkin sebuah kesuksesan dan do’a untuknya jauh lebih baik daripada hanya mengeluh meminta dan tidak mau berusaha dengan apa yang aku punya untuk mencapai sebuah kebahagiaan . Pandangannya luas sama seperti seorang guru yang mengajariku banyak hal tetapi ibu selalu mengajariku apakah arti kasih sayang dalam kehidupan itu sendiri .
Setelah aku berpikir panjang tentang arti dari sebuah senyuman dan rasa kasih sayang , aku pergi ke kamar untuk melepas seragam sekolahku dan bertiduran di atas lembutnya kasur yang memberikan kenyamanan yang luar biasa . Aku menatap ke atas . Aku melihat banyak noda dan debu yang menempel di sekitarnya . Mata tidak kuat menahan lagi rasa kantuk , akhirnya aku tertidur pulas hingga sore menjelang .
Suara burung nuri milik tetanggaku terdengar sore hari . Suara itu membangunkan tidur panjangku . Burung itu sedang bernyanyi . Nada yang indah untuk seekor burung . Terkesima sekali mendengar suaranya walaupun hanya sedikit terdengar dari trails rumah yang dilapisi cat warna merah tua . Suara itu memberikan pesan tersendiri bagiku . Suara itu membisikan telingaku saat sedang tidur , mungkin aku harus bangun untuk memecahkan teka-teki mimpi yang lalu . Aku pergi keluar memandang langit dan melihat kuasa-Nya .
Tidak terasa malam mulai gelap . Kelelawar dan binatang malam lainnya keluar dari sarangnya. Heningnya malam dan angin ikut bertiup dengan perlahan . Terdengar banyak suara yang bergemuruh . Jutaan Bintang pun memancarkan cahayanya . Begitu indah ciptaan sang pencipta dan kita patut mensyukurinya .. Aku mencoba mencari dimanakah jawaban sebuah mimpiku selama ini . Mimpi yang sangat sempurna apabila aku bisa menjawabnya , tapi ku yakin ku akan dapat jawabannya .
Aku melangkah menuju jalan kecil di dekat rumahku . Jalan yang cukup sempit dan gelap karena tidak ada cahaya sedikitpun . Pintu rumah penduduk mulai ditutup rapat satu per satu . Sedikit takut untuk melangkah karena disekitar sangatlah sepi . Hanya beberapa kendaraan yang melintas . Akhirnya kuputuskan untuk pulang ke rumah dan membasuh wajahku sehingga terlihat lebih merona secerah bintang yang kulihat tadi .
Aku bersandar di bangku yang terbuat dari bambu . Terasa hangat badanku saat kusandarkan pada malam hari . Dengan segelas teh hangat dan makanan ringan yang ada di meja membuatku merasakan indahnya hidup ini , bersyukurnya aku terhadap apa yang telah terjadi dan apa yang akan menjadikan hidup ini lebih berwarna . Ku minum teh hangat itu secara perlahan , beruntungnya kita masih di berikan kenikmatan dan tidak semua orang selalu mendapat kenikmatan . Oleh sebab itu , kita harus bersyukur dan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk siapapun dan kapanpun .
Tidak terasa tengah malam tiba . Mataku memerah dan perih sekali rasanya untuk memandang sesuatu . Mataku mulai terpejam dan aku mendengar jarum jam berdetak . Dengan bergerak perlahan tapi selalu searah mengelilingi angka 1 sampai angka 12 . Suasana semakin hening saat terdengar suara jarum jam itu . Aku kembali ke kamar tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan melepaskan rasa lelah dan gundah selama delapan jam .
Saat ku tertidur , ternyata mimpi itu datang kembali . Dengan kejadian dan hal yang sama . Tidak ada yang berbeda . Sosok itu datang lagi . Dia mengaku sebagai kehidupanku lagi dan mengatakan “ kamu harus menemukan apa yang sedang ku cari , kamu harus menjawab apa yang aku pertanyakan dan kamu harus bisa berbuat lebih apabila kamu dapat jawabannya “ . Kata-kata itu seakan memekakkan telingaku . Tiba-tiba ada petir yang menyambar dan sosok itu menghilang seketika . Sesaat selanjutnya aku terbangun dipagi yang cukup Indah .

0 comments:




Share