Welcome to Ma Blog !!

Seorang anak manusia yang bercita-cita menjadi seorang komposer dan penulis, punya banyak keinginan, punya dua adik yang menjadi inspirator setelah kedua orangtua, inginkan ibunda tercinta ke tanah suci dan semoga bertemu ayah disana, sering menulis lagu dari inspirator lainnya, mengkomposisi musik dan menulis cerita, suka sepak bola,kegagalan selalu jadi teman terbaiknya dan suatu waktu akan menjadi musuh dalam hidupnya :) Selamat datang kawan :D

Time Of Our Live part I

Aku berjalan di tengah kota yang cukup ramai . Kota selalu diidentikan dengan keramaian . Di sekitarnya terdapat banyak pedagang yang berjualan di emperan jalan . Suara gemuruh mobil dan klaksonnya bahkan asap kendaraan yang pekat seakan menutupi pengelihatanku . Seketika aku bingung melihat keramaian ini , mungkin suatu saat nanti semua ini akan di kumpulkan kembali di masa yang akan datang dan belum tahu kapan masa itu benar benar terjadi . Sebelumnya aku ingin mencari sesuatu yang sudah di pesankan oleh seseorang yang pernah datang ke mimpiku . Dia tidak menyebutkan nama tetapi dia mengatakan kalau dia adalah sesuatu yang ada dalam hidupku yang telah hidup bersamaan saatku di lahirkan di dunia . Dia memesanku untuk mencari sesuatu yang kecil tapi punya kekuatan dan menyimpan makna yang besar . Sesuatu itu ada di sekitar kita .
Dalam benakku itu dia adalah sebuah misteri yang harus dipecahkan . Oleh sebab , itu aku mencari sesuatu itu dengan banyak rasa tanda tanya . Aku mencarinya di sudut jalan dari melihat lubang kecil dekat trotoar , barang-barang dagangan orang , bentuk bangunan , wajah orang pun aku perhatikan dan seketika orang itu bertanya : “ sedang apa nak ? kamu terlihat sangat bingung ? Jangan memperhatikan aku seperti itu , aku tidak suka ” aku menjawab : “ maaf pak , aku mencari sebuah pesan dari temanku , ku rasa pesan itu sangat sulit ku temukan tapi sangat menarik untuk di perhatikan ” kemudian orang itu pergi menjauh dengan langkah yang cukup lambat dengan sepatu pantofel di kakinya .
Aku pergi ke rumah untuk beristirahat . Mataku tak bisa terpejam sedikitpun . Aku selalu ingin mencari tahu jawaban apa yang ada di dalam pesan yang tersirat itu . Walau bola mataku memerah tapi aku tetap tidak bisa memejamkan mata walau bisa berkedip dalam beberapa detik . Lampu di rumahku mulai redup , seperti mataku yang seakan ingin berbicara dan berteriak “ aku ingin tidur , tolong pejamkan aku sekali lagi “ dan akhirnya aku bisa tidur dan beristirahat demi memulihkan staminaku yang berkurang .
Aku tidur terlalu lama sehingga aku terlambat untuk pergi ke sekolah . Aku pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku melalui sabun dan menyikat gigiku agar menjadi putih dan bersih seperti sedia kala . Air yang mengalir kedalam keran sepertinya membisikanku untuk mencari sesuatu yang di pesankan oleh Johan . Aku tidak mengerti mengapa kata-kata Johan selalu muncul dalam pikiranku . Aku semakin tergesa-gesa karena hanya melihat air itu aku berada dalam suatu keyakinan bahwa aku akan datang terlambat . Adik dan Ibuku melihatku seperti orang yang linglung , aku melihat kembali tatapan wajahnya yang penuh dengan keraguan tapi mereka sangat menyenangkan dalam hidupku , lebih dari apapun , itu keluargaku ,bagaimana keluargamu ? pasti menyenangkan juga kan ? . Mereka sangat bingung saatku mengenakan pakaian dan melirikku saat menghadap kearah depan .
Aku berlari menyusuri rumput kecil dan ilalang yang hijau . Angin pun mengiringi langkahku untuk menyemangatiku pergi ke sekolah . Sekolah adalah tempat yang indah untuk di jadikan media berekspresi dengan ilmu dan ilmu pun punya ekspresi tersendiri di dalam suatu pendidikan . Ku percepat lariku dan keringat pun membasahi tubuh dan seragam sekolahku . Setibanya di sekolah , aku tidak melihat ada satu pun murid dan guru yang beraktivitas disana . Aku hanya melihat dua satpam yang menjaga sekolah dengan kumis tebal dan sedikit jenggot yang membuat mereka semakin gagah . Aku bertanya kepada mereka : “ kenapa tidak ada murid dan guru di sini ? ” mereka menjawab : “ ini hari libur , kamu rajin sekali ke sekolah ” . Aku lupa kalau hari ini adalah hari libur . Aku bergegas pergi ke rumah dan menjauh dari sekolah dengan perasaan yang agak malu dan perlahan ku tundukkan kepalaku karena ini adalah semangatku untuk mencari ilmu , sama seperti semangat orang tua ku mencari nafkah untuk keluarga tercinta .
Setibanya di rumah , aku melihat keluargaku sedang berkumpul bersama . Mereka memandangku penuh dengan senyuman . Sesaat kemudian ibuku bertanya : “ sedang apa kau disekolah , kau terlihat rajin , kami bangga kepadamu ” aku menjawab : “ aku takut ketinggalan pelajaran bu , aku sangat menikmati pelajaran itu , ibu tidak perlu bangga kepadaku saat ini , aku belum bisa membanggakan ibu walaupun hanya sekedar membuat ibu tersenyum dan akupun sering membuat hatimu menangis , maafkan aku ibu ” . Pada saat itu aku semakin yakin apa yang diucapkan oleh ibuku adalah pendorong semangatku untuk mengingat kejadian kemarin apa yang telah ku perbuat selama ini dan merencanakan hari esok untuk membuat perjalanan hidup semakin indah dan terarah .

0 comments:




Share