Welcome to Ma Blog !!

Seorang anak manusia yang bercita-cita menjadi seorang komposer dan penulis, punya banyak keinginan, punya dua adik yang menjadi inspirator setelah kedua orangtua, inginkan ibunda tercinta ke tanah suci dan semoga bertemu ayah disana, sering menulis lagu dari inspirator lainnya, mengkomposisi musik dan menulis cerita, suka sepak bola,kegagalan selalu jadi teman terbaiknya dan suatu waktu akan menjadi musuh dalam hidupnya :) Selamat datang kawan :D

Marble , Best Thing At Elementary School

Ini masih kisahku di kelas 4 SD . Aku bingung dan selalu bingung dalam memilih untuk mengerjakan tugas di sekolah atau hanya bermain main di halaman sekolah tanpa memikirkan Pekerjaan Rumah ( PR ) yang diberikan Guru . Aku memang seorang pemalas yang kerjaannya hanya bermain dan mencorat coret tembok di rumahku . Mungkin otak kananku terlalu berat . Dalam pikiranku memang seni adalah segalanya . Aku bangga dengan kemampuanku walau aku tidak sehebat yang lain . Kadang-kadang PR yang di berikan guru malah dicorat coret walaupun ada jawabannya. Guruku terlihat heran dan sering bertanya : “ kenapa bukumu di coret coret ? ” Dengan alasan yang tak pasti ku jawab : “ ngga bu , adik saya yang sering corat coret bukuku ” padahal adikku tidak berani mengangguku , dia masih TK “ 0 besar “ Guruku tetap saja percaya padaku . Walaupun buku itu di coret tetapi jawabannya tetap benar .

Suatu hari Aan dan Agung bermain kelereng di halaman sekolah . Mereka adalah duet yang tak terelakan . Mereka sangat jago bermain kelereng . Posisi rumah mereka dulu itu sangat berdekatan . Rumahnya saling berhadapan satu sama lain . Tanah dirumahnya sangat cocok untuk arena kelereng . Jadi , mereka sering berlatih disana dan menjadi duet maut yang selalu membawa kemenangan dalam bermain kelereng dimana saja . Setiap hari disekolah selalu ada pertandingan kelereng bersama . Biasanya setiap jam istirahat dan pulang sekolah pertandingan itu dimulai . Mereka sering lupa waktu hingga pada keesokan harinya lupa mengerjakan PR . Mereka sangat menikmati permainan kelereng itu , cara yang unik hanya menyentil kelereng kearah kelereng yang lain .

Pada malam hari , aku belajar untuk hari esok dan mengerjakan PR dengan tekun . Setiap buku paket aku buka dan kucari jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh Guruku . Dengan segelas teh manis hangat dan pisang goreng yang lezat buatan ibuku ( jadi teringat ibu yang meninggal dunia waktu itu serta anaknya yang pergi jauh dan aku belum menanyakan namanya ) . Lampu di rumahku redup . Dulu aku belum menggunakan lampu neon tapi masih lampu yang berwarna orange kecoklatan itu . Terasa gelap tapi tak apalah , karena ketekunanku menepiskan rasa malasku selama ini . Seperti kemasukan jin yang baik dan diberi kekuatan yang powerful untuk menyelesaikan semua Pekerjaan Rumah atau lebih dikenal dengan sebutan PR . Bukuku berukuran kecil yang memiliki tebal 38 lembar itu telah memberikanku arti tersendiri . Saat sedang sendiri , buku itu ku coret dibagian belakangnya dengan gambar power ranger kesukaanku karena aku sering berkhayal “ apakah bisa menjadi superhero dalam hidup ini ? “ . Mungkin menjadi superhero untuk diri sendiri saja dahulu baru diteruskan menjadi superhero untuk keluarga yang senantiasa menjaga dan mendamaikan suasana yang tentram dan aman . Pada pukul 10.00 WIB , akhirnya aku berhasil mengerjakan PR itu . 30 soal telah di kerjakan dengan cukup baik .

Keesokan harinya aku terlihat sangat senang dan bangga karena bisa mengerjakan PR itu sendiri tanpa bantuan orang lain . Percaya diri semakin tumbuh dan semakin bermekaran disetiap langkah kakiku menuju sekolah . PR yang di berikan Guruku itu cukup banyak . Mereka ( Aan dan Agung ) bersikeras mencari jawaban dari teman –teman . Mereka berlari kesana kesini untuk melihat jawabannya . Aku hanya santai dan menertawakan mereka dengan cukup keras .
Aan memanggil : ” kav , udah ngerjain PR blum ? ”
“ udah han , emangnya kenapa ?” sautku ,
“ Gua liat dong , gua kemaren kelupaan kalo sekarang ada PR “
“ hahahahaahaa , yaudah sini , gua udah semuanya “
Aku langsung pergi kearah tas , dengan santai aku mendekatinya . Saat ku buka sleting dari tasku , terasa mampet dan tak bisa di buka . Aku coba paksa saja dan akhirnya tasku terbuka . Ku cari buku PR yang ada di tas , tas besar berwarna hitam milikku hanya berisikan satu buka . Ternyata isinya adalah resep masak ibuku . Aku jadi malu dan berbalik di tertawakan oleh warga sekelas . Beberapa detik kemudian , Guruku datang dan menanyakan apakah PR sudah di kerjakan semuanya .
“ anak-anak , PR nya sudah di kerjakan blum ? “
Dengan serentak kecuali aku , Agung dan Aan
“ sudah Bu Guru “ seperti patung di tengah pasar ( diam diantara keramaian )

To Be Continued

1 comments:

  1. Anonim mengatakan...:

    You got good points there, so I always love your site, it seems that you are an expert in this field. keep up the fantastic work, My friend recommends your site.

    My blog:
    taux rachat credit ou Rachat de Credit simulation en ligne




Share