Suatu hari , aku berjalan melintasi sudut desa dengan mengendarai sepeda antik milik orangtuaku . Hati terasa senang saat kugoweskan pedal yang terbuat dari besi sambil sembunyikan klakson buatanku sendiri , hijaunya daun dan udara yang segar masih mengelilingi daerah perbukitan yang sedikit terjal dan curam bahkan agak becek akibat hujan lebat kemarin . Tak lama kemudian , aku tiba di warung dekat sungai yang di padati banyak penduduk desa untuk membeli makanan dan minuman cepat saji yang hangat . Sepeda pun ku letakkan disana . kemudian , aku membeli the manis hangat dan pisang goreng untuk mengurangi rasa laparku sejak perjalanan yang melelahkan tadi . Aku sangat menikmati hidangan itu sampai sampai aku pun meminta tiga pisang goreng untuk mengganjel perut yang sedang dirundung keroncongan .
Setengah jam berlalu , Aku pun bergegas untuk melakukan perjalanan . Sesampainya di desa sebelah , aku membeli sebuah kue yang paling lezat disana . Saat aku bertanya kepada penjual kue itu ”Bu , nama kue ini apa ? “ , Ibu itu menjawab “ kue ini namanya gemblong “ , setelah mendengar jawaban Ibu penjual kue itu , aku tertawa terbahak-bahak dan kemudian dia tersenyum padaku . Walaupun demikian , aku sangat menyukai makanan buatan Ibu itu . Sikapnya pun bijaksana , baik dan bersahaja sekali denganku .
Selang beberapa hari kemudian , aku dan teman-temanku yang bernama Gema , Bobby , Niko , Adi , Farid , Faruq , dan Ridwan berkumpul dan menyusun strategi untuk menangkap ikan ( padahal aku tidak suka makan ikan , tetapi ingin sekali memeliharanya ) . Ikan yang ditargetkan adalah ikan sungai yang berukuran besar . Tapi dirasa sangatlah tak mungkin , karena yang kami punya hanyalah serokan berukuran sedang yang dibeli dengan harga 3.000 rupiah . Gundah gulana dirasa oleh kami , tapi rasa ingin tahu kami yang menepis kegundahan itu sendiri . Sungai yang kami tuju adalah sungai kecil yang berarus sedang , tetapi ikan disana sangatlah banyak dan ukurannya besar-besar . kemudian , kami berjalan menuju sungai itu dengan rasa percaya diri yang tinggi . Sesampainya disana , kami langsung berlari menerobos ilalang kecil yang berwarna hijau pekat dan diujungnya terdapat banyak duri-duri kecil yang menempel disana ( kalau kata orang , duri – duri itu namanya “ Lugut ” ) .
Agak terjal untuk mencapai sungai itu , karena rumput liar dan permukaan tanah yang tidak rata membuat sepeda antikku jatuh dan BYUUR !!! basah , dan mereka menertawakanku . Sepeda antikku terbentur batu dan pedal dan ban nya bocor , aku menjadi ketakutan karena itu sepeda pemberian orangtuaku , walaupun demikian kami tetap melakukan pencarian ikan ikan itu dengan serokan unik tadi . Dengan keceriaan yang ada sambil mencari ikan dan mendorong teman hingga jatuh ke Air . Gema dan Bobby sangat cekatan dalam berburu , tapi Ridwan dan Niko hanya tertawa-tawa di sudut hulu sungai sambil mengobok-obok air hingga keruh ( tindakan yang sangat menggelikan ) .
Perburuan di mulai , kami melangkah melintasi semak semak basah yang ada di sungai itu . Farid dan Adi sangat serius untuk mencari apa yang mereka cari . Mereka berdua perlahan-lahan menyerok dan terus menyerok , tetapi hanya ikan kecil yang ada di tangkapannya . Tapi mereka tidak putus asa , terus mencoba dan mencoba , hingga akhirnya mereka menemukan ikan mas besar melintasi sekitar pinggiran sungai . Mereka berhasil menangkap ikan itu , tiba-tiba ikan itu melompat dan pergi menjauhi kami . Mereka berselisih karena kejadian tersebut , mereka saling menyalahkan . Farid bertanya : ” aduh , kenapa dilepasin ikannya ? ” , Adi menjawab : ” dilepasin ? palalu di lepasin , udah tau ikannya loncat ” , kemudian mereka saling berselisih , Faruq pun berkata : ” udah udah , masalah ikan lepas aja diributin , nanti juga bisa dapet lagi kok , tenang aja ” ( padasaat itu Adi dan Farid tersenyum dan kembali mencari ikan yang di buru dengan sepenuh hati ) .
Hari mulai gelap , tapi hasilnya tetap nihil . Kami sangat lelah dan kecewa saat semua berakhir dengan berkotor-kotoran saja . Wajahpun berubah satu persatu menjadi lesu dan putih memucat tetapi masih ada rasa canda diantara kami .
Aku masih penasaran dengan perburuan tadi , didalam hatiku berkata ” jangan pernah menyerah , jika semangat dan terus mencoba , cobalah , maka usahamu akan berhasil kawan !!! ” . Tampaknya masalah lebih membuatku jatuh hari ini karena sepeda ku yang rusak akibat tercebur dan terhempas ke sungai . Keringat bercucuran deras , kami kembali pulang untuk melakukan perjalanan ke rumah yang tak menghasilkan apapun kecuali kebersamaan .
Detak jantung seakan bergetar dan berteriak rasanya , tapi itu karena phobiaku terlalu Tinggi . Setibanya di halaman rumah , Ibuku merasa bingung apa yang dilakukan anaknya tadi sore , kerudungnya agak kusut di bagian kepalanya tetapi tetap terlihat wibawanya . Pada saat itu , terjadi percakapan singkat antara aku dan ibuku .
Dia bertanya : ” ada apa kamu ? kenapa bajumu kotor nak ? ”
aku menjawab : ” ngga bu , aku habis nyari ikan ”
dia bertanya kembali : ” dimana sepeda mu nak, dari tadi ibu blum lihat sepedamu ? ”dan aku ke`mbali menjawab : ” sepedaku rusak bu , sepedaku jatuh menghantam batu di sungai bu , maaf ya bu ” .
Perasaanku semakin takut dan mulai memperlihatkan tubuh yang gemetar . Anehnya , Ibuku hanya tersenyum dan memandang wajahku dengan tatapan indahnya dan mengucapkan satu kalimat yang membuatku senang kembali : ” tidak apa apa nak , kalau sepedamu tidak rusak kasihan yang punya pabrik , pasti ga laku ” ( walaupun hanya mengucapkan kata simple itu , tapi bagi aku Ibu adalah orang tua yang lebih mengerti anaknya di bandingkan yang lain ) .
Langit gelap , dingin dan sunyi melekat mulai datang . Aku hanya bisa memandang kondisi sepeda yang rusak . Sedikit memikirkan kejadian tadi siang dan mencoba untuk mencari cara lain dalam memperbaiki sepeda ( paling males kalau pergi ke bengkel ) . Sorot mataku sedikit memudar karena air sungai yang keruh masuk kedalam pori-pori mataku dan perih sekali rasanya membuat hari itu seperti hari yang tidak menyenangkan dalam hidupku . Kemudian aku pergi ke dapur untuk menghidangkan secangkir susu hangat dengan cemilan yang ada di toples dekat meja makan . Bapak dan Ibuku sedang menonton acara TV dan sepertinya mereka menganggap kejadian tadi itu biasa saja , aku bergegas ke dapur dengan rasa malu dan berlari menuju tempat menghidangkan susu hangat itu . Setelah susu hangat itu di hidangkan , aku kembali memandang sepeda itu secara seksama dan rasanya mataku tak berkedip melihatnya . Seperti orang stress yang kehilangan akalnya , aku mondar-mandir tak jelas , tapi tiba-tiba ada yang memanggilku dari luar untuk mengajak sholat isya’ bejama’ah . kemudian aku bergegas mengambil sarung didalam lemari dan pergi ke musholla untuk mengerjakan sholat isya’ berjama’ah dengan teman-teman .
Setelah sholat isya’ berjama’ah di musholla , aku berlari menuju rumah bersama teman . Mungkin karena tergesa-gesa , aku terjatuh dan sandal yang kupakai copot . Dengan perasaan malu aku berlari kerumah tanpa menggunakan sandal . Rupanya kakiku lecet dan sedikit bercucuran darah , huuuuuuu sakiit !!! ( berteriak dalam hati ) . Plester ku ambil di kotak P3K dan berharap kejadian di hari esok akan jadi lebih baik , amien . Dengan kaki yang agak perih , ku basuh dengan air hangat ditambah garam dapur . Sangat menyakitkan tapi hanya berlangsung sebentar , kakiku sedikit siuman . Malam semakin memperlihatkan kegelapannya , aku pergi ke kamar dan memeluk guling yang tebal dan bersandar di bantal yang cukup lembut dengan kasur yang dilapisi seprai bergambar tim sepakbola kesukaanku Manchester United ( walaupun dulu aku ga terlalu mengerti tentang bola ). Akhirnya mata ini tertutup dan terlelap dalam heningnya malam itu untuk beristirahat sejenak karena besok adalah hari senin dan harus berangkat pagi supaya tidak terlambat pergi ke sekolah untuk melaksanakan upacara bendera dan yang pasti menuntut ilmu .
Pagi hari datang ditemani dengan kicauan buruk dan ayam berkokok , aku bangun sekitar pukul enam pagi . Aku bergegas ke kamar mandi untuk membasahkan semua lara kemarin dengan air , sabun , sikat dan pasta gigipun ambil semua kegiatan didalam kamar mandi . Sepertinya aku merasakan masuk angin didalam tubuh , agak sedikit panas ( seperti terbakar tapi ga’ keluar api , huhuhuhu ) . Untungnya , Ibuku sedang memasak air hingga mendidih . Aku mendekati Ibuku untuk meminta sedikit air mendidih itu dan kembali ke kamar mandi . Mungkin karena terlalu mendidih , kucampur air itu dengan air di dalam kamar mandi , kemudian air menjadi hangat . Rasa ingin tahu yang tinggi membuatku ingin bereksperimen ( karena masih duduk di bangku Sekolah Dasar , daya kreativitas seseorang masih bisa dikembangkan walaupun kadang salah mengembangkannya ) . Tanpa basa-basi ku ambil air dingin dan es batu di dalam lemari es dan kucampurkan kedalam air hangat itu . Wow , air hangat itu berubah jadi dingin sekali tapi tetap kupaksakan mandi dengan air itu karena takut dimarahi orangtuaku .
Badan jadi terasa lebih kaku dan tulang-tulang dalam tubuhku seakan berteriak dan bergoyang satu sama lain . Kemudian , aku mengenakan seragam SD , sarapan pagi , dan bergegas ke sekolah . Perjalanan ke sekolah hanya menempuh 10 menit . Dengan rasa percaya diri , aku berjalan melewati rumah tetanggaku yang sangat ramah dan baik hatinya ( memuji demi kebaikan bersama ) . Baru seperempat perjalanan , tangan kananku terasa sakit dan daya tahan tubuh ini semakin melemah , tapi tetap semangat ke sekolah walau hanya dalam keterpaksaan dan akhirnya tiba disekolah . Upacara bendera dimulai dan suhu tubuhku semakin meninggkat tajam . Ajaibnya , aku bisa lewati semua walau kaki dan tangan kananku terasa sakit dan tubuh ini seperti menggigil . Setelah upacara bendera , aku istrihat sejenak dan mengingat kejadian kemarin saat mencari ikan di sungai , karena itu adalah suatu tragedi unik dan belum memenuhi target . Hari itu di sekolah sangat melelahkan tapi tidak membosankan ketika guru SD favoritku bernama Ibu Dwi Hariani dan Ibu Tuti mengajar dengan penuh pengabdian yang tinggi , kepribadian yang berbeda tetapi mereka tetap menjadi sosok yang paling baik dan termasuk vital didalam semua teknik pengajarannya .
Sekolah hanya berlangsung 5 jam saja . Tapi , Karena hari senin , jadi ada upacara bendera . Aku bergegas pulang ke rumah pukul 12.30 WIB . Badan ini tak kuat menahan rasa sakit . saat tiba dirumah , kepalaku terasa menyakitkan dan pusing juga menghampiri semuanya . Tanpa basa basi , aku pergi ke kamar dan tidur sejenak . Saat itu juga sepatu dan baju seragam masih kukenakan . Dramatis sekali , aku tidak bisa tidur juga , dan aku berteriak di kamar : “ Saaaakiiiiiit ” . Ibuku mendengar teriakanku , kemudian datang menghampiriku dan bertanya : ” ada apa nak ? ” , aku menjawab : “ badanku terasa sakit bu , sepertinya aku masuk angin karena air dingin tadi pagi ” . Aku menceritakan semua kejadian tadi pagi secara detail dan Ibuku mengerti semua hal bodoh yang aku lakukan . Selang beberapa menit kemudian , Ibuku membawa the hangat , minyak kayu putih , dan koin 500 rupiah kehadapanku . Aku meminum air the hangat yang manis secara perlahan karena tanganku sangat kaku dan mulut ini tak bisa mengelak kejadian tadi . Badanku dilumuri minyak kayu putih dan dikerik dengan menggunakan koin secara perlahan .
Aku hanya bisa terdiam didalam kamar , seperti ada burung yang berputar diatas kepalaku . Ironisnya , aku tidak bisa bermain dan mencari ikan pada hari itu . Aku juga ingin membeli kue gemblong yang enak buatan orang desa sebelah , hari itu memang sangat menyebalkan “ *&@#@%!^@^!%@&!@!@(* ” . Akhirnya aku bisa tidur juga dalam keadaan sakit yang tidak enak sekali . Keesokan harinya , terbangun dari tidurku yang lumayan panjang . Aku merasa badan semakin melemas dan tak bisa bergerak . Dan lebih ironis lagi , aku tidak sekolah selama 3 hari berturut-turut .
Hari pertama hingga hari ketiga kujalani secara tidak menyenangkan tapi apa daya yang bisa kuperbuat . Obat yang rasanya pahit dan nafsu makanku turun drastis , tapi ada hikmahnya teman – teman SD ku datang menjengukku yang sedang mengalami sakit . Mereka membawakan buah-buahan yang segar , dan ada juga yang memberiku uang . Dalam benakku berkata: ” wow , enak sekali jadinya , kalau diizinin buat pura-pura sakit kaya begini dapet banyak ga’ ya “ ( hanya bualan kecil yang ada di benakku pada waktu itu ) .
Setelah badan semakin terasa “ lega “ , aku pergi ke warung tempat aku membeli gemblong yang manis dan enak itu . Aku berjalan sendirian ke lokasi tanpa menggunakan sepeda ( karena belum di perbaiki / rongsok di gudang rumahku ) . Setibanya di warung , aku menyaut dari luar : “ beliiiiiiiii ” , dan Ibu itu keluar dan menyapa : “ eh , adeek , kemana aja nih , udah 3 hari kamu ga ke warung Ibu ” , kemudian aku menceritakan tentang sakit yang kuderita selama tiga hari berturut – turut itu . Aku duduk santai disana sambil memakan gemblong dan minum teh hangat yang rasanya manis dan kembali pulang untuk istirahat sejenak .
Satu minggu telah berlalu , aku mengajak teman-temanku untuk berburu lagi , ironisnya mereka menolak ajakanku kecuali Faruq dan azmi . Mereka yang lain hanya bilang : ” gua udah males nyari ikan ga ada hasilnya , sorry ya ” . Perburuan tetap berjalan , kami hanya bertiga , tapi semangat masih ada . Sesampainya disana , kami langsung melompat ke sungai . Dari sudut sungai , kulihat ada sosok misterius yang mengintai disana , ternyata ada anak kecil yang sedang melihat kami berburu ikan di sungai , kemudian dia pergi meninggalkan tempat tersebut dan kami pun bergegas kedalam arena . Tak lama berselang , ikan bermunculan di permukaan air ( mereka sedang bernapas sepertinya ) . Hati menjadi lebih senang , tapi tetap saja sangat sulit untuk mendapatkannya walau hanya satu ekor ikan saja , upaya keras dilakukan dengan menggunakan serokan kecil jika diukur persentasenya mungkin peluang ikan yang didapat hanya sepuluh persen ( kecil sekali ) dan hasilnya tetap nihil . Baju kotor dan keringat yang menyelimuti semuanya , kami kembali pulang ke rumahnya masing-masing .
Keesokan harinya setelah pulang sekolah , aku dan teman-temanku kembali ke sungai untuk berburu dan berburu . Anak kecil misterius mengintip disemak-semak pohon . Kemudian aku mendekatinya . Tanpa kompromi lagi , dia pergi dengan langkah seribu dan menjauh dari lokasi tersebut . Cukup membingungkan dan sangat misterus . Pada waktu itu , tak ada satu ikan pun kami dapatkan , kecuali lumpur dan cacing merah yang kami kumpulkan untuk dijual ke peternak ikan hias yang ada di per-empang-an ( lumayan untuk anak kelas 4 SD , walau hanya sekedar iseng ) . Kejadian itu berulang – ulang , membuat kami selalu merasakan kegagalan hingga akhirnya kembali kembali kembali dan kembali pulang kerumah . Kupandangi lagi sepeda dengan kondisi yang memperihatinkan , menyiram tanaman ( jarang sekali dilakukan , mungkin 1 tahun sekali , hahahaha ) , dan menggambar power ranger di tembok kamar ( superhero kesukaanku waktu masih kecil adalah power ranger ) karena kebosanan selalu menimpaku pada hari itu dan kemarin .
Terinspirasi dari gambar power ranger yang pernah ku gambar saat aku berumur 5 tahun di tembok rumahku . Mereka punya kekuatan . Aku jadi merasa malu jika seorang manusia terlahir hanya sebagai seorang yang selalu tergantung pada kekuatan orang lain , tidak mengusahakan potensi diri secara maksimal , selalu patah arah saat ada masalah dan tak pernah mengandalkan kekuatan do’a pada dirinya . Kucoba perbaiki kerusakan sepedaku dengan rasa ingin tahu yang tinggi , mengambil alat yang ada di laci lemari tempat Bapakku menyimpan perlengkapan seperti obeng , tang , dan lain sebagainya . Mungkin karena usaha kecilku disertai sebuah ketekunan , akhirnya aku dapat memperbaiki pedalku yang copot , tapi masih banyak sekali kerusakan yang belum di perbaiki ( saat kejadian itu , aku kembali teringat saat aku masih kelas 4 SD saat aku di belikan sepeda BMX roda dua , latihan mengendarai sepeda , di tabrak sepeda dari belakang , menabrak anak tetangga hingga menangis terjerit-jerit , berangkat ke sekolah menggunakan sepeda , ban sepeda dikempesin orang yang iseng , dan menabrak tong sampah besar sehingga aku terjerumus kedalamnya dan badanku di penuhi banyak sampah dan bau nya Nauzubillah , tapi itu membuatku lebih berpengalaman dalam bersepeda ) .
Keesokan harinya , aku bangun pukul 6 pagi . Aku pergi ke pasar bersama Ibuku untuk berbelanja sayuran dan kebutuhan lainnya ( pada saat itu tepatnya hari minggu ) . Walaupun jalanan cukup becek , sepertinya aku antusias sekali mengikuti ibuku berbelanja . Satu demi satu sayuran yang dicari Ibuku telah didapatkan , makanan ringan , buah-buahan segar telah dimasukkan kedalam kantong plastik hitam . Tak sengaja saat menengok ke kiri , aku melihat anak kecil yang sedang berjualan kantong plastik seharga 500 rupiah disana mirip sekali seperti anak yang selalu bersembunyi dibalik semak-semak kecil di sungai tempat aku mencari ikan . Ternyata dugaanku benar . Kemudian , kudekati dia sekaligus untuk membeli kantok plastik yang ia jual . Tetapi seperti biasa saat ia melihat wajahku , dia berlari menjauh dan Ibuku bertanya kepadaku : “ nak , kenapa dia lari ? ”. Saat Ibuku bertanya seperti itu , aku hanya diam seribu bahasa dan mencoba mengalihkan pertanyaan itu dengan cara mengajaknya pulang karena keperluan yang dibeli sudah lengkap . Tak lama kemudian , angkutan perkotaan atau disingkat angkot bernomor D05 datang dan berhenti didepan tempat kami berdiri .
Tak sabar untuk kembali ke sungai bersama teman – teman . Ambisi ini semakin meningkat drastis saat bertemu anak misterius di pasar tadi pagi . Perut terasa lapar karena terlalu memikirkannya tanpa memikirkan hal yang seharusnya menjadi rutinitas sebagai makhluk hidup , yaitu makan . Makanan yang sangat simple ada di meja makan tempat hidangan bernaung disana . Aku ambil nasi yang ada di panci ( dulu dirumahku belum pakai magic jar ) . Setelah nasi kuambil , ada ikan goreng disana , aku lari menjauh dari meja makan dan tak sengaja melepas piring dan pecah GUMPRAAAANG !!! ( dengan suara yang keras ) . Dengan rasa takut aku menyapu dan perlahan mengambil pecahan beling yang ada di lantai . Setelah lantai berubah mengkilap , teman – temanku memanggil . Rupanya Gema , Bobby , Niko , Adi , Farid , Faruq , dan Ridwan mengajak mencari ikan di sungai . Aku pun tidak menolaknya dan bersama - sama pergi ke sungai untuk yang kesekian kalinya .
Riuhan angin bergelora dengan perlahan dan membisikan telingaku ini . Seperti ada pesan atau akan terjadi peristiwa yang menarik saat mencari ikan di sungai . Semoga tidak terjadi hal buruk dan keberuntungan menjadi milik kami ( beruntung dalam menangkap ikan di sungai ) . Di perjalanan , aku dan teman-temanku bersorak sorai menyanyikan lagu band yang cukup terkenal pada masa itu . Kami berjalan melintasi warung yang ada di desa sebelah ( perjalanan kami sengaja melewati desa sebelah karena lebih jauh tapi solidaritas semakin terasah ) .
Sesampainya di sungai itu tempat kami mencari ikan ( walaupun sulit tapi kebersamaan selalu didapatkan ) , kami berjalan melintasi jembatan kecil yang menghubungkan empang , sungai dan rumah penduduk disana . Ada seekor anjing tidur di tengah jembatan , penduduk sekitar memanggilnya “ doger “ . Kalau kami lari pasti akan di kejar , tapi ada nenek-nenek mau menyebrang jembatan itu dan dia berkata kepada kami : “ tong , lewat mah lewat aja , liat nenek jalan ya ” . Kami terkejut , ternyata hanya melangkahi doger tidak menyebabkan dia marah kalau berjalan dengan pelan . Hati yang takut pun berubah seketika .
Pencarian kembali di mulai , tetapi air terlihat keruh dan kotor . Kami bingung sekali apa yang terjadi saat itu . Walaupun banyak halangan yang datang , mencoba dan terus mencoba adalah hal yang baik . Kami melompat dari tebing pendek yang tidak berbahaya , ternyata banyak sekali beling di dasar sungai . Kaki kami pun berdarah darah dan berteriak “ sakiiiiit !!! “ . Tak disadari ada yang melintas dari lubang yang cukup besar di tanah , dan ternyata ada ular . Hari itu sangat menyeramkan sekali bagi kami . Ular itu berukuran cukup besar dan baru berganti kulit . Kami berteriak minta tolong tetapi tak ada yang membantu , mungkin karena terlalu jauh dari pemukiman orang . Tanpa kompromi saat ular itu bergerak ke arah kaki , di pukulah kepalanya dan terlihat pusing , kami pun pergi berlari meninggalkan sungai itu .
Aku rasa hampir tiap hari hal yang membuat bosan pasti datang begitu saja . Kucoba menonton TV yang berukuran 14 inch dan mencari acara yang sesuai dengan kejenuhanku selama ini .
ku tekan satu persatu tombol yang ada di remote TV-ku , tak ada satupun acara yang menarik , karena aku masih kecil kadang-kadang berita di televisi selalu diganti #BelumMengertiInformasi . Membayangkannya pun semakin aneh rasanya , tapi karena aku masih terlalu polos untuk melihat hal baru dan masih terpaku dengan film kartun favoritku .
Sepeda rusak tetapi keinginan untuk mengendarainya kembali muncul , tapi tak apa lah , biar semua menjadi kisah yang menarik dalam hidupku . Tak lama kemudian , Ibu memanggilku untuk membelikan sesuatu di warung . Akupun tak menolak perintahnya . Aku berlari menuju warung dengan tergesa-gesa dan barang untuk keperluan ibu memasak telah di beli . Dari arah yang berlawanan datanglah orang bersepeda menabrakku dan kakiku terkilir dan tertimpa sepedanya . walaupun pelan menabrakku tetapi entah mengapa kaki ini terasa kaku sekali dan telur yang ada di kantung plastic hitam juga ikut jatuh di jalan berceceran karena pecah . Selama 15 menit kakiku tak bisa bergerak sedikitpun , hanya bisa teriak dan teriak kesakitan .
Akhirnya ada orang yang datang membantu menangangkatku dan menggotongku kerumah . Aku hanya diam dan merasakan rasa sakit dan rasa bersalah kepada Ibuku , tapi Ibuku hanya tersenyum seolah-olah tidak ada masalah terlihat di pandangan matanya yang indah itu . Darah mengalir dengan derasnya , seperti air sungai yang dangkal . Badanku menjadi bau amis akibat pecahnya telur yang tadi ku beli di warung tempat Ibuku berbelanja .
Tetanggaku melihat dan memandangku dengan tatapan yang kosong , aku merasakan rasa takut akibat kejadian yang terjadi siang tadi . Aku berharap itu hanya igoan ku saja , tapi semakin lama tetanggaku itu seperti menutupi sesuatu saat melihatku berbaring di kamar tidur . Susu dan roti ada di sebelah tempat tidurku . Makanan dan minuman favoritku itu memang sangatlah kusuka , tapi entah mengapa nafsu makanku berkurang ketika aku mengingat tetanggaku itu . Dengan penuh paksaan roti itu ku makan dengan posisi badan yang telentang . Merintih di kamar tidur hanya membuatku bosan , tapi hati ini selalu gembira saat aku memandang gambar superhero di kamar dari coretan tanganku . Mata ini akhirnya terlelap hingga pagi tiba .
Aku terbangun dari gelapnya malam pada pukul 5:00 WIB . Suara ayam berkokok terdengar dengan keras . Aktivitasku sebagai siswa kelas 4 ini masih terlihat santai tetapi Ibu dan Bapakku selalu semangat dalam menjalankan aktivitasnya sehari –hari . Sarapan pagi sebelum berangkat sekolah adalah hal yang wajib dilakukan , agar perut ini kenyang dan tidak memikirkan lagi makanan dan makanan disekolah . Sarapan yang cukup sederhana yaitu nasi uduk dan segelas teh manis ( kadang-kadang susu adalah minuman pelengkapnya ) . Kegiatan itu diakhiri dengan memakai seragam . ikat pinggang , topi , kaos kaki , sepatu , dan yang terakhir adalah mencium tangan Ibuku dengan do’anya yang penuh harapan untuk anaknya .
Aku kembali melakukan aktivitas sebagai siswa sekolah dasar dan berangkat ke sekolah . Pada hari itu awalnya semangatku semakin meningkat saat uang jajanku ditambah oleh ibuku menjadi dua ribu rupiah ( biasanya aku diberikan jajan sebesar seribu rupiah ) . Perutku jadi lebih kenyang jika di berikan jajan yang lebih dari sebelumnya . Baru mencapai setengah perjalanan , kulihat ada dia yang pernah kulihat di pasar saat berbelanja sayuran dengan ibuku . Dia duduk termenung didekat tiang yang ada di pinggir jalan . Dia sedang menangis tersedu sedu sepertinya . Saya mencoba mendekati dan memberikan uang seribu rupiah , setelah itu dia malah berlari meninggalkan aku yang ingin menghampirinya . Akupun mengejarnya hingga jauh . Larinya terlalu cepat untuk di hampiri , hingga sampai disekolah aku jadi terlambat dan disetrap guru .
Aku ditertawakan oleh orang banyak disekolah . Senyumku malah muncul begitu saja seakan orang yang didepanku sangat menarik pada sangat menjengkelkan . Setelah 2 jam berlalu , hukuman itu di cabut . Aku merasa lega ketika hukuman itu benar benar di cabut walaupun aku telah kehilangan waktu untuk belajar di kelas , apalagi ada pelajaran kesukaanku yaitu IPS . Agak sedikit menyesal ketinggalan pelajaran , tapi apa boleh buat , aku telat datang ke sekolah karena hal kecil yang bermanfaat . Kemudian aku masuk kelas dan mengikuti pelajaran berikutnya . Pelajaran berikutnya adalah bahasa sunda , aku sangat bosan dan tidak terlalu mengerti bahasa sunda . Aku hanya bengong sendiri memikirkan sosok misterius itu yang ku jumpai tadi pagi . Saat ditanya oleh guruku , aku tidak bisa jawab dan aku ditanyakan olehnya : ” kavi , kenapa kamu dari tadi Ibu lihat ngga perhatiin papan tulis , kenapa kamu bengong aja ? ” terus aku menjawabnya : “ iya nih bu , saya lagi mikirin yang lain , maafin ya bu ” Bu Guru kembali menegurku : “ dasar bayi , bukannya mikirin pelajaran malah mikir yang aneh aneh , memangnya kamu lagi mikirin apa ? dasar aneh ” ( pada saat itu Ibu Guru langsung menjewer kupingku hingga merah dan panas sekali kupingku karena ada kapur di tangannya ) . Setelah itu , aku semakin tidak fokus pelajaran bahasa sunda .
Jam pulang pun tiba , seluruhnya keluar meninggalkan kelasnya masing- masing . Aku hanya termenung di kelas sendirian memikirkan apa yang seharusnya tidak dipikirkan . Dari arah pintu yang berangin , tiba – tiba ada sekelebat bayangan hitam melintasi sudut kelas . Akupun berlari meninggalkan kelas dan takut sekali melihat kejadian siang bolong itu . Anginnya memang sangat menyejukkan sekali , siang bolong yang horror datang begitu saja . kelasku memang terasa sejuk sepi dan mistik jika di perhatikan . Letaknya yang ada di pojok di bandingkan kelas lain serta cahaya matahari sulit untuk masuk kedalam rongga rongga ventilasi . Gorden yang agak sedikit robek tapi lantainya cukup bersih dengan ubin yang berwarna putih . Aku dan kawan – kawanku mencintai kelas yang penuh dengan kebanggaan tersendiri itu .
Aku tiba di rumah dengan tubuh yang berkeringat dan bergetar . Tetanggaku menyaut dari pekarangan rumahnya : “ kenapa mas , buru buru amat ? ” aku jawab sautannya itu dengan percaya diri : “ biasa bu , abis olahraga nih kita , hehe ” tetanggaku tersenyum dan pergi kedalam rumahnya dengan membawa kain pel dan ember ditangannya . Aku bergegas ke kamar mandi untuk cuci kaki dan melepas semua atribut sekolah makan siang dengan telur dadar kesukaanku dan kembali bermain ke luar bersama teman-temanku .
Hari itu sangat panas sekali , aku pun terhenyap sejenak . Rumahku terletak di dekat pangkalan angkutan perkotaan atau lebih di kenal angkot itu terlihat sepi dan bagaikan kota mati . Akhirnya teman-temanku mengajakku bermain di lapangan dengan sepedanya masing masing dan aku hanya bisa diam , “ aduh kenapa di ajak maen sepeda ya “ ( dalam hati berkata ) . dengan sangat terpaksa aku mengikuti ajakan mereka saja . Farid dengan iseng menyaut : “ eh , jangan maen sepeda laah , mendingan kita cari ikan lagi , gimana ? mau ga ? ” Niko pun ikut serta menjawab : “ ah , elu mah , bosen banget cari ikan mulu , mendingan cari duit dah ” saat Niko berkata seperti itu , kita pun tertawa terbahak bahak dan akhirnya perjalanan mencari ikan pun kembali di laksanakan .
Perlengkapan pun siap , kami berangkat menuju lokasi tempat kita mencari ikan dan mencari walaupun hasilnya hanya dapat sedikit ikan . Ridwan dengan iseng menarik celana Niko dan Niko membalasnya . Begitu juga dengan yang lainnya . Kebersamaannya terasa sekali hingga perjalanan menuju lokasi semakin dekat . Pencarian ikan kembali di mulai . Pada hari itu airnya sangat jernih dan ikanpun terlihat disana . Dengan tertawa terbahak bahak kami melompat bersama ke tempat kejadian .
di balik semak semak di dekat pohon besar ternyata ada yang mengintip kami . Sosok misterius itu mengintai dan sepertinya dia melihat kami dengan wajah yang agak meragukan .
Bobby , Niko , dan Gema berkata serempak “ siapa tuh ? “ ( mereka adalah tiga bersaudara yang diciptakan untuk riang gembira dan menghibur temannya yang lara ) . Faruq menyaut juga : “ itu kan orang yang ngumpet di semak semak waktu itu ” Dengan tangan yang cukup iseng , Ridwan melempar batu kearahnya . Batu itu mengenai kepalanya dan ia berteriak : “ aduuh sakiit ” dari arah belakang Farid pun mendorongnya hingga jatuh kesungai : “ mau ngapain lu , ngumpet aja ” . Dengan basah kuyup sosok misterius itu jatuh ke air dan menangis . Dia pun meninggalkan sungai dengan lari yang sangat kencang tetapi larinya tidak sekencang Farid dan ia mengejarnya : ” eh , mau kemana lo ” . Dia tertangkap oleh Farid . Tanpa basa-basi kami bertanya kepadanya : “ eh , lo ngapain sih ngumpet ? ga usah gitu laah ” dia jawab : “ sebenarnya saya mau ikut maen bareng kalian ” ( menunduk ) .
Aku bertanya kepadanya saat kejadian di pasar dan kejadian tadi pagi , dan dia memberikan alasan “ maaf ya , saya malu banget kalau dipasar ketemu abang , soalnya saya orang ga mampu , saya lagi jualan kantong plastik bang , saya malu banget kalau lihat abang , abang kan sering ke warung ibu saya , makanya saya sering ngumpet “ saya jawab : “ yah , masa sih gua di bilang abang , gua kan masih kelas 4 SD , ngapain malu sih , masih aja , apanya yang ngga mampu sih , kita semua kan sama aja , lagi pula waktu itu ibu saya mau beli 3 kantong plastik buat sayur yang di beli kok malah pergi sih , itu warung ibu lu ya , kuenya enak-enak banget , jangan takut lah kita kan bisa temenan ” ( dengan nada yang santai tapi mengucapkannya dengan gugup juga ) . Dia mengembalikan uang seribu yang saya berikan tadi pagi , “ makasih ya bang , ini uangnya saya balikin aja , tadi saya jualan gemblong ” saya jawab : “ perasaan tadi lu ngga bawa gemblong deh ” dengan gugup dia menjawab : “ bawa bang , tapi gemblongnya di ambil orang , makanya saya nangis takut di marahin ibu di rumah , tapi ada orang baik ngasih duit , bapak bapak yang sering ngajar di SD abang ” . Percakapan semakin panjang dan semakin seru tapi aku dan dia sama sama gugup dalam menanyakan dan menjawab pertanyaan . Saat saya menanyakan umur , ternyata umurnya lebih tua 3 tahun tetapi postur tubuhnya saja yang kecil .
Perburuan ikan di lanjutkan , ternyata dia mahir dalam berbagai hal . Yang pertama adalah dalam berburu ikan dengan cara membuat karung dan kain diikat dengan benang dan kawat yang dililit menjadi jarring besar yang dapat menangkap banyak ikan yang ada disungai . Dia juga tahu kapan dan letak dimana ikan itu berkembang biak . Kami terkesima dan sangat salut dengannya . Dia sangat cekatan dan terampil dalam membuat jaring besar itu . Kami mendapat banyak ikan dan ukurannya lumayan sedang . Dua ikan sapu-sapu , tiga ikan gabus , tiga ikan mas , dua puluh ikan tawes , dan ratusan ikan kecil lainnya yang memiliki buntut yang indah ( hal itu masih teringat sampai sekarang ) . Yang kedua adalah dalam memperbaiki sepeda yang patah , dia memiliki alat las dirumahnya , sedikit demi sedikit sepedaku dapat diperbaiki . Dia pun tidak meminta bawaran atau imbalan apapun untuknya . Akhirnya aku dapat bermain sepeda bersama teman –temanku pada sore hari . Sepedaku terasa seperti hidup kembali dari tidurnya selama tiga minggu di temani sepeda roda tiga milik adik kecilku yang di belikan saat ia berumur 5tahun .
Suatu hari aku dan teman-temanku datang kerumahnya . Tujuan kami adalah ingin mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya . Aku dan teman temanku menghampiri rumahnya dengan sepeda yang diperbaikinya . Kami bingung melihat rumahnya terlihat sepi . Saatku ketuk pintu rumahnya dan di bukakan pintunya . Ternyata ibunya sedang menderita sakit yang cukup parah . Ibunya menderita sakit liver yang kronis . Beliau tak bisa bergerak sama sekali , hanya bisa terbaring di kasur kecil yang ada dirumahnya . Beliau di temani anaknya yang sudah membantu banyak . Kami pun melihatnya dengan cukup cemas dan kasihan dengan apa yang telah terjadi . Untuk hari esok , kami berinisiatif untuk membelikan buah-buahan yang segar sebagai hadiah untuk menjenguknya dan tanda terima kasih yang sebesar-besarnya telah membantu dan mengajariku cara yang hebat dari hal yang sederhana . ( aku juga pernah merasakan sakit dan di jenguk oleh temanku yang bernama Fadil Kharisma Oktavian , kejadian itu takkan pernah kulupa , terima kasih ya teman ) .
Keesokan harinya setelah pulang sekolah , aku dan teman-temanku pergi ke toko buah yang ada di dekat bengkel besar disekitar BTN Bambu Kuning . Kami melakukan patungan untuk memberikannya kepada ibu dari sosok misterius yang telah membantu ( ikhlas seumur hidup kami ingin membalas budinya ) . Kami pun mencoba menawar harga buah , walaupun kami masih kecil , mencoba menawar memangnya tidak boleh ? wah sangat sulit dari yang di bayangkan sebelumnya , menawar adalah pekerjaan yang mudah bagi seorang ibu . Dilanjutkan ke tujuan utamanya , buah sudah di beli dan kami segera pergi ke rumah ibunya yang sedang sakit itu . Perjalanan cukup melelahkan karena kami berjalan kaki dari rumah menuju toko buah dan pergi kerumahnya . Setengah jam kemudian kami hampir tiba dirumahnya . Dari kejauhan , situasi rumahnya semakin berbeda 180 derajat dari kemarin . Dari sepi sekarang menjadi ramai .
Terlihat di bagian depan gang terpancang bendera kuning dan rumahnya di penuhi banyak orang yang mengenakan kerudung dan peci . Ternyata Ibunya meninggal dunia . Beliau meninggal pada pukul 04.50 WIB . Dia kehilangan ibunya saat bersiap mengambil wudhu . Mayatnya sudah dikubur sejak tadi siang dan kami pun bingung mendengar kejadian itu . Buah yang kami beli langsung di letakkan di meja yang ada di ruang tamunya . Anak itu menangis dan terus menangis hingga akhirnya penduduk setempat pergi meninggalkan kediamannya . Dia kehilangan sosok yang sangat berarti dalam hidupnya . Saat bercerita dengannya , ternyata dia adalah anak yatim yang tinggal berdua bersama ibunya di gubuk derita dan sekarang ibunya menyusul ayahnya . kami pun ikut bersedih dan merenung melihat dia menjadi anak yatim piatu . Karena terlalu sore , kami pergi meninggalkannya . Hatinya terpukul sekali tak percaya kalau ibunya ikut di panggil yang Maha Kuasa . Semoga diterima disisinya , amien .
Keesokan harinya , kami berkunjung kerumahnya untuk mengajaknya bermain . Tapi apa yang terjadi , rumahnya kosong sepi tak bertuan . Ketika kami menanyakan kepergian anaknya kepada tetangga terdekatnya , mereka tidak tahu kapan dan kemana ia pergi . Hanya suara jangkrik yang nyaring pada pagi hari , ujar mereka . Sungguh kejadian tragis yang menimpanya . Sosok manusia yang tak pantas mendapat hal seperti itu . Mungkin Tuhan sudah berkata lain kepadanya , itu kehendak-Nya tidak bisa di ganggu gugat lagi dan pasti ada rahasia yang tersembunyi didalamnya . Mungkin itu adalah peristiwa berantai dalam hidupku pada umur 10 tahun , walaupun terkadang membosankan dan menjengkelkan , tapi ada hal yang lebih menakjubkan tersimpan di balik peristiwa itu , Aku jadi lebih memahami apa arti sebuah kerja keras , pengabdian , persahabatan , kerjasama , dan sikap yang lemah lembut antar sesama manusia dan tidak semua hal yang misterius sebagai musuh atau hal yang patut di takutkan . Semoga kisahku ini bisa menjadi penyemangat dan meningkatkan segala aspek kehidupan dan mencoba mencari hal baru dan rasa ingin tahu yang tinggi , karena setiap potensi yang kita miliki itu tidak terbatas dibandingkan bakat yang terbatas .
Welcome to Ma Blog !!
Seorang anak manusia yang bercita-cita menjadi seorang komposer dan penulis, punya banyak keinginan, punya dua adik yang menjadi inspirator setelah kedua orangtua, inginkan ibunda tercinta ke tanah suci dan semoga bertemu ayah disana, sering menulis lagu dari inspirator lainnya, mengkomposisi musik dan menulis cerita, suka sepak bola,kegagalan selalu jadi teman terbaiknya dan suatu waktu akan menjadi musuh dalam hidupnya :) Selamat datang kawan :D
Ma Count
Ma Cbox
welcome in my blog, you can order a shirt designs, band logos, and designs layout myspace here, and many interesting articles or horror articles
Ma Buddies blog
Kafi pahlevi. Diberdayakan oleh Blogger.
kategori
- Artikel Edukasi (38)
- Artikel NatureForBeast (10)
- Artikel Olahraga (7)
- Cerpen blog tetangga (13)
- Cherry Belle (3)
- Eksperimen Rumus Kocak Rahasia (10)
- for my future (31)
- Info Ilmu Komputer (18)
- Lifestyle Bussines (10)
- My Favourite SongLyrics (17)
- sainsteknologi (10)
- Strange And Unique Animal (29)
- Strange Creature (34)
- Tahukah Anda ? (138)
- Tips Ilmu Komputer (17)
- Tugas terbaik dari dosen (64)
- yang tenang disana (3)
Designed by : Coupon Codes | Sponsored by : How to Videos | Modified by : Kafi Pahlevi
0 comments:
Posting Komentar