Welcome to Ma Blog !!

Seorang anak manusia yang bercita-cita menjadi seorang komposer dan penulis, punya banyak keinginan, punya dua adik yang menjadi inspirator setelah kedua orangtua, inginkan ibunda tercinta ke tanah suci dan semoga bertemu ayah disana, sering menulis lagu dari inspirator lainnya, mengkomposisi musik dan menulis cerita, suka sepak bola,kegagalan selalu jadi teman terbaiknya dan suatu waktu akan menjadi musuh dalam hidupnya :) Selamat datang kawan :D

Untuk Dia yang Membuatku Ada

       Sekarang sudah tiga bulan lebih, aku dan keluargaku tak melihat dia. Dia yang telah membuatku ada, kini tak terlihat lagi. Dia tak menghilang dan pergi menjauh, melainkan dia hanya ingin istirahat lebih lama dari rasa lelah yang pernah ia rasakan demi kami, demi keluarga. Menyenangkan bila dia bersama kami, terasa hambar dan tak lengkap apabila obrolan di sore hari yang menarik seperti biasa tanpanya. Dia yang memulai tema dan mengakhiri dengan kesimpulan termanisnya. Mungkin di tempat nan indah disana dia akan baik-baik saja bahkan lebih merasakan keindahan yang sebenarnya indah.

Tiada hari tanpa pesannya, baik pesan singkat yang terdiri dari beberapa kata, kumpulan kalimat lengkap yang sudah tertata rapi oleh wawasan luasnya, dan hal baru yang muncul didalam perjalanan hidupnya terus diucapkan tanpa mengulang cerita lama yang sama sebelumnya. Kebanggaan tersendiri apabila suaranya menggema dalam telingaku yang dipenuhi dengan rasa ingin tahu. Rasa rindu datang ketika kesendirian menyelimuti dinginnya malamku yang dipenuhi kecemasan terhadapnya, sekali lagi aku yakin dia akan baik-baik saja dan mungkin bahagia yang dirasakan akan kekal selamanya. Karena dialah pelengkap yang dapat menghangatkan suasana.

Teringat kembali saat capuchino mewarnai hari kami dengan rasa yang cukup berkelas, itulah yang membuatnya sebagai minuman favorit di sore hari yang sangat pas dan takkan terelakkan lagi jika kami bersama-sama sepakat menambah dua kali. Suara “sruuuput” yang terdengar begitu mengasyikan jelas menjadi ritual rutin dalam awal percakapan kita. Aku rindu suara itu, terakhir terdengar saat dia memakai baju yang sedang saat ini kukenakan dengan senyuman yang penuh dengan harapan besar kepadaku, sebagai sosok yang menurutnya lebih tepat memimpin setelahnya, walaupun aku masih bermain didalam rasa malas dan terlelap dalam selimut ketidakdewasaan (maafkan aku tapi akan kucoba).

Menatap manis peninggalannya di sisi rumah dengan jarak yang cukup berdekatan. Karya uniknya tak bisa memungkiri keberadaan seorang seniman yang sudah tertidur pulas disana dalam keabadian. Perlahan pelan ku sentuh salah satu kejahilan tangannya, sebuah kayu yang dilapisi biji buah-buahan, gumpalan kertas bekas yang sedikit hitam karena banyak coretan, dilumuri perekat pilihan, juga warna yang mencerahkan tekstur dan menguatkan coraknya, menakjubkan. Bentuknya tak biasa dan menurutku sangat luar biasa, karena aku tahu dia punya jutaan rasa yang akan ditumpahkan kemana saja, mungkin suatu hari nanti aku pun ingin meninggalkan cerita indah kepada keluarga, tetangga, saudara, sahabat, teman dan tak menutup kemungkinan seorang yang sangat kucintai, begitu pula dia menjaganya sepenuh hati dengan ruang kosong yang pada saat itu ku tempati, tapi itu nanti. Gelar Hajjah-lah lebih ingin kuberi pada Ibu yang paling tepat sejak kecil hingga berdiri dari merangkak seiring waktu berputar mengejar ataupun terjekar dan dikejar, betul kata pepatah Dad Son's hero Daughter's First Love, Coz Mom is Daughter's Hero Son's First Love :) (cont'd).


0 comments:




Share