Welcome to Ma Blog !!

Seorang anak manusia yang bercita-cita menjadi seorang komposer dan penulis, punya banyak keinginan, punya dua adik yang menjadi inspirator setelah kedua orangtua, inginkan ibunda tercinta ke tanah suci dan semoga bertemu ayah disana, sering menulis lagu dari inspirator lainnya, mengkomposisi musik dan menulis cerita, suka sepak bola,kegagalan selalu jadi teman terbaiknya dan suatu waktu akan menjadi musuh dalam hidupnya :) Selamat datang kawan :D

Turun US$2 Miliar, Cadangan Devisa Aman

Cadangan devisa menjadi US$122 miliar dari US$124,6 miliar.



VIVAnews - Selama sepekan, cadangan devisa anjlok US$2 miliar untuk menstabilkan rupiah. Namun, cadangan devisa saat ini masih lebih dari cukup untuk menahan tekanan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan BI telah melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah. "Kami akan selalu lakukan adalah berada di pasar, kalau ada pelemahan nilai tukar wajar kami intervensi di valas," kata Perry di Jakarta, Senin 19 September 2011.

Menurut Perry, untuk menjaga nilai tukar rupiah, Bank Indonesia melakukan intervensi dengan cara melepas cadangan devisa yaitu menjual dolar Amerika Serikat. Agar rupiah tidak membanjiri di pasar uang, bank sentral juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara bilateral.

Seperti diketahui, cadangan devisa Indonesia pekan lalu anjlok sekitar US$2 miliar ke posisi US$122 miliar dari US$124,6 miliar per 19 Agustus 2011 akibat intervensi pasar keuangan. Walaupun begitu, Perry menjamin cadangan devisa Indonesia jauh lebih dari cukup untuk menahan tekanan dolar Amerika Serikat.

"Apakah cadangan devisa kita cukup? Jauh lebih dari cukup, bukan karena masih di atas US$100 miliar, tetapi dari ukuran kecukupan devisa menunjukkan cadangan devisa kita cukup untuk menghadapi tekanan-tekanan tersebut," katanya.

BI juga terus memantau perkembangan krisis Eropa dan Amerika Serikat. BI memandang pertemuan seluruh menteri keuangan Eropa beberapa waktu lalu belum menunjukkan resolusi yang baik, termasuk penanganan utang Yunani. Hal itu yang menjadi tekanan terhadap rupiah.

"Kami harapkan resolusi dalam menangani utang pemerintah Eropa. Tapi, resolusinya belum jelas, karena itu yang terjadi di Eropa, tekanan pasar keuangan berimbas ke rupiah. Tapi, rupiah kan tidak sendiri, seluruh mata uang mengalami pelemahan," katanya. (art)

Source:VIVAnews

0 comments:




Share