Karakter Bigfoot
Bigfoot
merupakan makhluk misterius yang diciri-cirikan sangat besar dengan
bulu-bulu yang menutupi seluruh tubuhnya. Para ahli menduga bahwa
bigfoot adalah gorila setengah manusia, memiliki tinggi dua meter hingga
empat meter, dan berjalan tegak dengan kedua kakinya. Bulunya tipis
berwarna abu-abu dengan kepala hitam kemerah-merahan. Jari kakinya
berjumlah lima, sama seperti manusia dan kera.
Makhluk ini memiliki kecerdasan di atas kera, namun jauh di bawah manusia. Rakyat di sekitar pegunungan Himalaya
sering mendengar auman suaranya. Bigfoot tidak ganas, bahkan cenderung
pemalu. Wajahnya ramah, seperti halnya kera jinak. Makhluk ini
cepat-cepat menyingkir jika bertemu manusia.
Bigfoot di Berbagai Negara
Bigfoot dilaporkan telah ditemukan di daerah Kanada dan Amerika Utara sejak abad 19-an. Dilihat dari jejak kakinya, diperkirakan bigfoot memiliki bobot mencapai 400 kilogram.
Diperkirakan makhluk ini masih hidup di kawasan pegunungan bersalju, di antaranya di Amerika Serikat dan Gunung Himalaya China, dan orang percaya makhluk ini dapat ditemukan di seluruh dunia dengan nama yang berbeda, seperti Yeti di Tibet dan Nepal, Yeren di China, Yowie di Australia, dan Sasquatch di Amerika Utara.
Penampakan Bigfoot
Pada abad ke-19, sebenarnya sudah banyak laporan mengenai penampakan makhluk besar berbulu di wilayah Kanada dan Amerika Serikat. Namun, makhluk ini baru terkenal ke seluruh dunia pada tahun 1958.
Saat itu, di wilayah Bluff Creek, California Selatan,
para pemburu menemukan sekumpulan jejak-jejak kaki besar di tanah dan
jejak-jejak ini tidak sesuai dengan deskripsi hewan apapun yang dikenal
sains pada masa itu.
Lalu pada tanggal 5 Oktober 1958, seorang jurnalis surat kabar Humbolt Times bernama Andrew Genzoli mulai menyebut makhluk ini dengan nama Bigfoot.
Dengan demikian nama bigfoot
mulai terkenal ke seluruh dunia dan wilayah Bluff Creek mulai terkenal
sebagai tempat kediaman bigfoot. Karena itu, selama puluhan tahun
berikutnya, para pemburu dan penjelajah sering mendatangi wilayah ini
untuk berburu atau hanya sekedar berkemah.
Berikut saya tampilkan beberapa foto-foto penampakan makhluk yang diduga bigfoot di beberapa wilayah:
Penampakan Bigfoot Tahun 1995
Foto ini adalah salah satu dari beberapa yang diambil pada tanggal 11 Juli 1995 oleh seorang petugas patroli hutan di kawasan Creek Wild dekat Mt. Rainer. Ini adalah salah satu dari tujuh foto lainnya yang dibeli dari petugas oleh penyelidik Bigfoot Cliff Crook.
Polisi itu menindaklanjuti memimpin pemburu beruang di daerah itu
ketika dia mendengar suara percikan keras di bawahnya. Dia mengintip
dari punggung bukit untuk menyelidiki dengan kamera di tangan. Beberapa
foto berbayang dan yang lainnya dengan kejelasan yang sangat baik.
Penampakan Bigfoot Tahun 1997
Foto ini diambil pada tahun 1997 oleh seorang kapten pemadam kebakaran di tepi Florida Everglades. Bigfoot ini relatif dikenal sebagai Skunkape
di daerah Florida. Skunkape telah beberapa kali terlihat dan ada pula
bukti jejak kaki yang ditemukan. Ia mendapat julukan itu dari tajamnya
bau khas yang sering menyertainya. Dilaporkan penampakan makhluk ini
kembali setelah 30 tahun sebelumnya.
Penampakan Bigfoot Tahun 1969
Berikut ini adalah gambar bigfoot putih yang terlihat di Fort Worth, Texas tahun 1969.
Penampakan Bigfoot Tahun 2000
Gambar di samping diduga Skunkape. Foto ini diambil oleh Shealy David di Florida Big Cypress Swamp.
Penampakan Bigfoot Tahun 2009
Seorang pemburu rusa mengaku mendapatkan foto bigfoot ini di daerah Minnesota Utara.
Rekaman Penampakan Bigfoot Roger Patterson
Rekaman penampakan bigfoot oleh Roger Patterson merupakan rekaman cryptozoology
paling mengagumkan yang pernah ada. Dalam rekaman ini, satu makhluk
besar yang dipercaya bigfoot tertangkap kamera dengan sangat jelas,
tidak samar-samar seperti rekaman cryptozoology lainnya. Bigfoot ini
kemudian diberi nama Patty, dari nama
Roger Patterson, pria yang mengambil rekaman itu. Berikut adalah kisah
bagaimana rekaman penampakan tersebut diambil.
Pada tanggal 20 Oktober 1967,
seorang pensiunan penunggang kuda rodeo dan peternak kuda bernama Roger
Patterson sedang mengendarai kuda bersama temannya yang bernama Robert Gimlin di sepanjang wilayah Bluff Creek untuk mencari jejak bigfoot. Apa yang mereka jumpai hari itu jauh melampaui perkiraan.
Ketika sedang mengelilingi
wilayah itu, mereka mendengar suara gemerisik di antara pepohonan.
Beberapa saat kemudian, sebuah figur besar berbulu muncul di pinggir
sungai dan berjalan menjauhi mereka. Kuda yang ditunggangi Patterson
mulai gelisah, mungkin karena mencium bau makhluk itu. Patterson segera
meraih kamera yang ada di tasnya dan segera berlari mendekati makhluk
itu. Ia lalu meminta Gimlin untuk berjaga-jaga dengan senapan. Lalu,
Patterson mulai merekam makhluk besar berbulu tersebut.
Menurut Patterson, awalnya
makhluk itu berjarak 37 meter darinya. Lalu Patterson mulai bergerak
mendekatinya hingga hanya berjarak 24 meter.
Makhluk
itu terlihat berjalan dengan santai di pinggir sungai. Lalu memandang
ke belakang sehingga memperlihatkan wajahnya untuk sesaat, seakan-akan
mengetahui kehadiran Patterson dan Gimlin. Lalu ia menghilang di antara
pepohonan. Menurut perkiraan Patterson, makhluk itu memiliki tinggi
sekitar 1,8 meter hingga 2,1 meter.
Jika
makhluk ini benar-benar bigfoot yang legendaris, maka Patterson dan
Gimlin mungkin adalah orang yang paling beruntung di dunia.
Setelah makhluk itu menghilang,
mereka berdua masih sempat berusaha mengikutinya sejauh 5 kilometer,
namun tidak menemukan apapun. Lalu keduanya kembali dan membuat cetakan
jejak kaki makhluk itu.
Kontroversi Rekaman Penampakan Bigfoot Roger Patterson
Setelah
lebih dari 40 tahun sejak rekaman itu dibuat, sepertinya masih belum
ada kesepakatan mengenai keaslian rekaman ini. Sebagian ahli mengatakan
dengan yakin kalau bigfoot yang terlihat adalah betul-betul makhluk yang
dimaksud, tetapi sebagian menyangkalnya. Sayangnya, Patterson meninggal
pada tahun 1972 karena kanker, jadi ia
tidak mengalami kontroversi itu terlalu lama. Sedangkan Gimlin, yang
masih hidup sampai sekarang, harus menghadapi tuduhan-tuduhan atas
pemalsuan.
Yes, It Is Bigfoot, Pendapat Ahli
Ahli Spesial Efek
Ketika
rekaman Patterson pertama kali muncul, banyak yang percaya kalau
rekaman itu palsu dan kostum tersebut dibuat oleh ahli spesial efek
Holywood bernama John Chambers yang membuat kostum untuk film Planet of the Apes keluaran tahun 1968. Namun, tuduhan ini dibantah oleh Chambers sendiri. Ia mengatakan: "I am good. But I am not that good".
Patterson dan Gimlin juga membawa rekaman tersebut ke departemen spesial efek Universal Studio. Salah seorang teknisi di sana mengatakan:
"Kami
bisa saja mencoba untuk mereka ulang rekaman ini, namun kami harus
membuat ulang sebuah sistem oto artifisial yang baru dan menemukan
seorang aktor yang mau diajarkan untuk berjalan seperti itu. Bisa saja
dilakukan, tapi kami harus mengatakan kalau hal itu sepertinya hampir
mustahil".
Bahkan pada tahun 1969, salah satu direktur perusahaan Disney bernama Ken Peterson juga mengakui kalau mereka tidak bisa meniru rekaman Patterson.
Kesimpulan para ahli spesial efek ini kembali diteguhkan oleh Janos Prohaska yang membuat kostum untuk film seri Star Trek.
Ia mengatakan kalau makhluk itu bisa saja seorang pria dengan sebuah
kostum. Namun jika benar, maka kostum itu adalah kostum terbaik yang
pernah dilihatnya dan hanya bisa diciptakan dengan menempelkan rambut
asli kepada sebuah kostum.
Ahli Biomekanik
MK Davis adalah seorang ahli film. Ia percaya kalau rekaman itu asli dan benar-benar menunjukkan seekor bigfoot.
Davis adalah seorang yang biasa
menyelidiki sebuah foto dan mencari detail-detail tertentu yang biasa
terlewat. Dengan menggunakan teknologi yang belum ada pada tahun
1960-an, Davis bisa menemukan adanya kesesuaian antara gerak Patty
dengan gerakan kulit tubuhnya. Davis juga melihat adanya otot seperti
milik manusia di punggungnya dan gerakan otot sesuai dengan gaya
berjalannya. Bukan itu saja, Davis juga bisa melihat adanya luka di paha
kanan Patty.
MK Davis menyimpulkan kalau
makhluk itu bukan manusia berkostum dan mungkin merupakan salah satu
hewan yang belum teridentifikasi oleh sains modern.
Common Sense
Pada tahun 1975, Peter Byrne mengatakan kalau waktu pengambilan rekaman adalah hari Jumat.
Rute menuju wilayah Bluff Creek saat itu dipenuhi oleh para pemburu.
Ini membuat sebuah rekayasa menjadi sulit karena pasti akan ada orang
lain yang menyadarinya.
Lagipula, siapa yang berani menyamar menjadi bigfoot dengan risiko ditembak oleh para pemburu yang berkeliaran?
Hmm. . . Cukup masuk akal.
I Am Not Sure, Pendapat Ahli Primata
Jika ada yang percaya dengan keaslian rekaman itu, tentu saja ada juga yang tidak percaya.
Pada tahun 1973, ahli primata bernama John Napier
mengatakan kalau keberadaan makhluk itu tidak masuk akal baginya karena
makhluk itu memiliki tubuh bagian atas seperti kera sedangkan kaki dan
gaya berjalannya seperti manusia. Tapi, Napier mengakui kehebatan
rekaman itu. "Mungkin saja makhluk itu adalah seorang pria dengan
pakaian kera. Jika demikian, maka itu adalah sebuah hoax yang sangat
brilian dan pria tersebut akan mendapatkan tempat bersama hoaxer
terhebat lainnya di dunia".
Yes, It Is An Hoax
Tayangan Fox News
Tahun 1998, Stasiun televisi Fox News pernah menayangkan sebuah film dokumenter berjudul "World's Greatest Hoaxes: Secrets Finally Revealed". Dalam acara itu, Patterson dituduh sebagai orang bayaran yang disewa untuk membuat film Bigfoot.
Dua bintang tamu dalam acara itu, Cliff Crook dan Chris Murphy, mengaku bisa melihat adanya kancing logam di perut Patty, sementara Erik Beckjord mengatakan kalau ia telah menemukan adanya tabung logam di pundaknya. Sayangnya, benda-benda yang disebutkan oleh mereka tidak bisa terlihat oleh ahli lainnya.
Philip Morris Costume
Lalu tantangan terhadap keaslian rekaman ini datang pada tahun 2002. Philip Morris, pendiri perusahaan Morris Costume di California Utara
mengatakan kalau ia telah membuat kostume gorila yang kemudian
digunakan dalam film Patterson. Morris mengatakan ia telah menjual
kostum itu kepada Patterson lewat pesanan pos pada tahun 1967.
Ketika ditanya mengapa ia baru
mengungkapkannya sekarang, ia menjawab kalau ia takut pengungkapan itu
akan berdampak buruk terhadap bisnisnya.
Mengenai cara berjalan makhluk
itu yang disebut sulit ditiru, Morris berkata kalau cara berjalan
seperti itu bisa ditiru dengan menambahkan beberapa aksesoris pada
kostum, seperti bantalan pundak. Siapa saja yang menggunakan kostum itu,
akan berjalan dengan gaya seperti yang terlihat direkaman.
Sayangnya, Morris tidak memberikan bukti yang kuat untuk pengakuannya.
I Was the Bigfoot
Lalu pada tahun 2003, kesaksian Morris dikuatkan oleh seorang pria bernama Bob Hieronimus yang mengklaim kalau ia adalah pria di dalam kostum itu. Saat ia menciptakan hoax itu, ia berusia 26 tahun dan ia juga menyebutkan kalau Patterson menawarkannya uang sebesar $1.000 untuk membantunya menciptakan rekaman itu.
Ketika
ditanya mengapa ia baru mengaku sekarang, Hieronimus menjawab kalau ia
takut ditangkap karena telah membantu usaha penipuan. Ia juga
mengharapkan mendapatkan bagian uang dari hasil rekaman Patterson.
Tetapi, ketika ia tidak mendapatkan jatahnya dari Patterson ataupun
janda Patterson setelah Patterson meninggal, ia mulai berani
mengakuinya.
"Saya tidak pernah dibayar
sepeserpun untuk rekaman itu. Tentu saja aku ingin mendapatkan sedikit
uang dari situ. Aku merasa, setelah 36 tahun, seharusnya aku mendapat
sebagian hasilnya".
Tapi kesaksian Hieronimus
memiliki banyak inkonsistensi dengan kesaksian Morris. Lagipula, kostum
yang diperlihatkannya berbeda dengan bigfoot yang terekam di kamera
tersebut. Karena itu, banyak orang menduga kalau Hieronimus berbohong
untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Is That You, Bigfoot?
Dalam
dunia sains, sepertinya hanya ada sedikit ketertarikan terhadap makhluk
di dalam rekaman itu. Mungkin karena asumsi hoax yang cukup kuat,
sampai-sampai Gimlin dan Patterson sendiri merasa kalau mungkin mereka
memang menjadi sasaran permainan sebagian orang.
Belum lama ini, Gimlin pernah berkata: "Aku
begitu yakin tidak ada orang yang bisa menipuku. Dan tentu saja, aku
sudah tua sekarang dan aku rasa, memang ada kemungkinan kalau rekaman
itu sebuah hoax. Namun, kalaupun ada, aku rasa Patterson-lah yang telah
merencanakannya".
Roger Patterson meninggal pada tanggal 15 Januari 1972 karena kanker. Di ranjang kematiannya, ia bersumpah kalau ia tidak pernah memalsukan rekaman itu.
Jadi, apakah kita benar-benar sedang menyaksikan wajah makhluk legendaris Sang Bigfoot?
Labels:
Strange And Unique Animal











0 comments:
Posting Komentar